AnggaranEmasInvestasi

Pilih Mana: Menabung Emas di Pegadaian atau Brankas LM, Begini Perbandingannya

Ingin memulai nabung emas? Mungkin banyak yang bingung cara menabung emas bagaimana. Baca di sini perbandingan menabung emas di Pegadaian dan di BrankasLM.

Bila ada survei untuk mengetahui, apa produk investasi favorit orang Indonesia, saya yakin akan banyak yang menjawab emas sebagai favorit. Kamu juga, mungkin? Di Indonesia, pamor emas sebagai pilihan investasi memang susah digeser.

Emas bersanding dengan deposito bank dan investasi properti, menghuni kelompok investasi yang digemari orang Indonesia. Ada banyak alasan mengapa emas sangat favorit di tengah masyarakat kita.

Pertama, emas dinilai ampuh menangkal laju inflasi terutama untuk jangka panjang. Tahun 2000 awal, harga emas per gram tak sampai Rp 100.000. Sekarang, 17 tahun kemudian, per gram emas sudah nangkring dengan cantik seharga Rp 622.553 untuk ukuran gold bar Logam Mulia Antam paling kecil. Adapun untuk ukuran terbesar 500gram, harganya juga sudah berlipat-lipat dibandingkan dua dekade silam, yaitu di angka Rp 582.798 per gram, per tanggal 21 November 2017.

Kedua, emas mudah diuangkan alias sifatnya cukup likuid. Butuh duit dadakan? Tinggal jual saja ke toko emas, pasti ada yang mau beli. Atau, bisa juga kita jual ke pegadaian atau ke Antam langsung. Kalau masih sayang menjual emas, kita juga bisa gadaikan si logam mulia ini untuk mendapatkan dana tunai. Maka itu, emas cukup memenuhi syarat menjadi bagian dari dana darurat.

Ketiga, modal berinvestasi atau menabung emas relatif lebih ringan dibandingkan deposito atau investasi properti. Saat ini, orang sudah bisa mencicil kepemilikan emas dengan modal goceng doang. Bandingkan dengan deposito yang mensyaratkan penempatan dana minimal Rp 5 juta (deposito online), apalagi investasi properti.

Hari gini rada susah beli rumah dengan uang muka di bawah Rp 7 juta. Yah, walau sudah banyak, sih, developer yang kasi opsi cicilan uang muka. Tapi, tetep aja butuh dana cukup bila hendak investasi properti. Rada berat kalau cuma ngandelin “duit lupa” kelas menengah ngehe, lol.

Dengan karakteristik seperti itu, bukan hal mengagetkan bila emas masih jadi favorit banyak orang. Lebih-lebih bila dibandingkan dengan produk investasi pasar finansial (paper investment), yang mau tidak mau harus diakui, kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum akrab atau menggemari.

Investasi emas dan menabung emas

menabung emas di brankas LM

Beberapa waktu belakangan ini saya memang tengah mencari produk yang bisa membantu saya menabungkan sebagian penghasilan agar bisa berwujud aset. Dalam hal ini adalah emas. Mengapa? Ya, biar duit enggak habis sia-sia untuk olshop-an mulu, lol. Jadi, berbeda dengan investasi reksadana atau saham yang memang saya targetkan tiap bulan menyisihkan sekian persen dari penghasilan gaji bulanan; untuk emas ini, saya dedikasikan sumber dananya dari honor freelanceatau dari uang insentif bulanan karena pencapaian KPI 🙂

Cuma, kalau untuk mengumpulkan dana sendiri baru nanti dibelikan emas, rasanya, kok, ribet, ya. Saya malas pegang emas fisik. Nyimpennya itu PR banget. Lagian, agar bisa terbeli emas ukuran ekonomis, butuh waktu. Sejauh ini, yang saya anggap ekonomis itu emas batangan ukuran 10 gram ke atas. Lebih murah hitungan gramnya. Sebagai perbandingan, emas batangan Logam Mulia Antam ukuran 1 gram dihargai Rp 624.000. Sedangkan ukuran 10 gram per gramnya Rp 590.200. Harga beli jatuhnya lebih murah kalau ukurannya lebih gede. Bila mau kita jual, buyback price dihargai sama untuk semua ukuran emas.

Nah, untuk emas batangan ukuran 10 gram emas saat ini saja harganya udah hampir Rp 6 juta. Ngumpulin duit dulu segitu baru beli, kurang praktis bagi saya. Maklum, yang dikumpulin duit recehan, haha. Saya butuh instrumen di mana saya bisa menabung untuk membeli emas sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit dan enggak mengharuskan saya pergi ke toko manapun untuk membelinya. Ada, enggak?

Jawabnya:

ADA, DONG!

Hahahaha. Cekidot 🙂

Tabungan emas Pegadaian

menabung emas
(source: Tribun Lampung)

Pegadaian sudah cukup lama menawarkan produk Tabungan Emas. Saya sempat mampir ke kantor Pegadaian untuk bertanya-tanya tentang produk ini. Di websitePegadaian.co.id juga sudah cukup lengkap, sih, informasinya. Sesuai namanya, produk ini memungkinkan kita menabung sejumlah dana untuk membeli emas. Pegadaian memasang batas minimal pembelian mulai Rp 5.940 per 0,01 gram emas (harga per 21 November 2017). Atau sama saja per gram seharga Rp 594.000.

Untuk membuka tabungan emas ini, kita hanya diwajibkan membawa KTP dan mengisi formulir pembukaan rekening. Biayanya juga terjangkau. Cukup siapkan Rp 10.000 biaya administrasi pembukaan rekening dan biaya fasilitas titipan emas selama 1 tahun sebesar Rp 30.000. Pembelian emas perdana diperbolehkan mulai 0,01 gram atau kelipatannya. Dengan kata lain, kita sudah bisa memulai tabungan emas dengan modal goceng! Yak, goceng doang, saudara-saudara, haha.

Fitur yang saya sukai dari produk Tabungan Emas Pegadaian:

  1. Modal membuka rekening sangat terjangkau
  2. Bisa menabung berapapun rupiah dan langsung bisa dikonversi dengan emas sekian gram. Pegadaian menjamin bisa mengonversi setiap rupiah yang ditabungkan oleh nasabah menjadi emas sekian gram hingga 4 angka di belakang koma.
  3. Tidak harus langsung dicetak. Kamu bisa mencetaknya kelak saat sudah terkumpul di angka tertentu mulai ukuran 5 gram, dengan membayar biaya cetak.
  4. Memungkinkan kita memiliki simpanan emas tanpa harus repot menyimpan fisik emas. Cetak saat butuh saja 🙂
  5. Bisa menabung atau mencicil pembelian emas secara online, melalui transfer bank atau e-banking. Jadi, enggak harus datang ke kantor Pegadaian. Ini penting banget terutama bila kamu orangnya sering mager kayak saya dan demen yang serba online, haha.
  6. Saldo tabungan, histori transaksi juga bisa dicek online melalui website Pegadaian.
  7. Biaya fasilitas titipan emas cuma Rp 30.000 setahun dan ada juga biaya bulanan penitipan, cuma Rp 2.500 per bulan.
  8. Biaya cetak emas mulai Rp 85.000 sampai Rp 632.000 tergantung ukuran cetak yang dipilih. Bergantung juga apakah mau dicetak memakai cetakan Antam atau UBS (beda sertifikat, CMIIW). Cetakan UBS lebih murah.
  9. Bisa dijual ke Pegadaian bila ingin menguangkan simpanan emas. Harga yang berlaku, ya, harga buybacksesuai ketentuan Pegadaian. Per 21 November 2017, buyback emas batangan di Pegadaian adalah Rp 565.000 per gram.
  10. Cukup aman, ya. Urusannya sama Pegadaian, yang notabene perusahaan pelat merah milik negara 🙂

Kekurangannya sejauh ini apa, ya? 

Sejauh ini Pegadaian hanya melayani transaksi penjualan emas produk Tabungan Emas ini, di kantor Pegadaian tempat kita membuka rekening. Jadi, misalnya, suatu waktu kamu butuh menjual simpanan emas kamu di Tabungan Emas Pegadaian, kamu harus datang ke kantor Pegadaian di mana kamu membuka rekening dengan menunjukkan Buku Tabungan dan identitas diri asli.

Bagi orang yang sering magerkayak saya, tentu saja ini rada merepotkan, ya. Kebayang, dong, bila sewaktu-waktu saya butuh uang untuk kebutuhan dana darurat dan sedang berada jauh dari kantor Pegadaian tempat kita buka rekening, haha. PR banget.

Moga saja di masa mendatang layanan penjualan simpanan emas bisa dilakukan via online saja, jadi praktis dan bisa segera enggak pakai lama. Kalau bisa transaksi jual di mana saja, bakalan oke banget. Selain itu, bila mau mencetak emas, keknya sejauh ini juga belum ada layanan delivery, jadi kita harus datang ke kantor Pegadaian untuk ambil emas fisik.

Brankas LM Antam

menabung emas
(source: Kabar Bisnis)

Suatu hari saya iseng mampir ke Butik Antam di salah satu mal di Jakarta Selatan. Iseng nanya produk menabung emas. Eh, ternyata ada Brankas LM ini. Saya aja yang kurang update, hehe. Produk Brankas LM ini udah tersedia sejak tahun 2014-an.

Konsepnya mirip. Brankas LM memungkinkan kamu membeli emas dalam jumlah kecil, dengan harga oke karena belum terbebani biaya cetak. Untuk membuka akun Brankas LM ini, kamu cukup menyertakan KTP (bisa melalui email), mengisi formulir pembukaan rekening lalu menyetor dana pembelian perdana berikut biaya tahunan.

Fitur yang saya sukai dari produk Brankas LM Antam:

  1. Semua proses bisa online. Cukup dengan login ke akun BrankasLM, nasabah sudah bisa beli emas, cek histori transaksi, order cetak emas sampai jual simpanan emas ke Antam. Tidak perlu lagi datang ke kantor Antam, hehe.
  2. Harga beli emas lebih murah. Saat ini Antam mematok harga beli emas Brankas LM setara dengan harga emas ukuran 250 gram, yaitu seharga Rp 581.304 per gram (per 21 November 2017).
  3. Pembelian hanya dilayani dalam satuan gram. Jadi, kalau mau beli, ya, beli 1 gram, 2 gram, dan sebagainya. Antam tidak melayani pembelian dalam rupiah lantas dikonversi menjadi gram emas seperti sistem Tabungan Emas Pegadaian. Jadi, semisal kita ada dana Rp 700.000 dan ingin kita belikan emas di Brankas LM, ya, itu cukup untuk beli emas 1 gram saja seharga Rp 581.304. Kalau mau beli emas 2 gram, tinggal dikalikan dua aja kebutuhan dananya. Ini berbeda dengan Pegadaian yang bisa mengonversi setoran dana rupiah langsung menjadi satuan gram emas. Jadi, misalnya kita setor Rp 700.000, otomatis dikonversi menjadi emas 1,1784 gram (asumsi harga per gram Rp 594.000). Bagi saya pribadi, konversi dengan batasan 4 angka di belakang koma ini lama-lama gede juga “loss” nya, lho, hehe. Jadi, mendingan belinya dipatok tiap gram saja seperti Brankas LM. Tinggal saya sebagai nasabah, menyesuaikan saja dana pembelian dengan harga per gram tersebut. Lebih mudah hitungnya dan ga ada “loss”nya, hehe.
  4. Biaya keanggotaan memang terasa lebih mahal, sih, dibandingkan Tabungan Emas Pegadaian, yaitu mulai Rp 300.000 per tahun atau kurang lebih Rp 25.000 per bulan. Tapi, dengan biaya sebesar itu, kita sudah bisa dapat coverage asuransi simpanan emas sampai sebesar 500 gram. Mayan, lah, haha.
  5. Biaya cetak emas lebih murah, mulai Rp 70.000 tergantung ukuran cetak yang dipilih.
  6. Bisa mendapatkan buyback pricelebih tinggi dari Antam dibandingkan menjual emas fisik. Per 21 November lalu, buyback priceBrankas LM dipatok Rp 558.000 per gram. Lebih rendah, sih, dari buyback pricePegadaian. Tapi, harga belinya, kan, juga lebih rendah, haha. Selisih antara harga beli dan harga jual untuk Brankas LM per 21 November, lebih kecil yaitu Rp 23.304 per gram. Sedangkan selisih harga di Pegadaian, mencapai Rp 29.000 per gram. IMO, semakin pendek jarak antara harga beli dan buyback price, semakin menguntungkan bagi pembeli.
  7. Tidak ada biaya transaksi tiap pembelian, selama kita transfer pembelian melalui rekening bank yang sama dengan Brankas LM. Sejauh ini, baru ada dua rekening yang disediakan yaitu Mandiri dan Permata.
  8. Aman insyaallah. Secara ini produk yang disediakan oleh produsen emas, jadi enggak perlu khawatir susah nyetak emas fisik, haha. Antam memberi jaminan waktu pencetakan emas kurang lebih 7 hari. Moga aja next timebisa lebih dipercepat. 7 hari kerja itu cukup lama, sih, IMO.

Kekurangannya apa, dong?

Biaya penitipan emas atau biaya tahunannya, lumayan mahal, ya. Apalagi bila dibandingkan dengan Tabungan Emas Pegadaian yang murah meriah. Trus, biaya cetak juga ternyata berbeda-beda tergantung nyetaknya di mana. Kalau cetak emas di pusat pabrik Antam di Pulo Gadung, memang murah meriah. Tapi, kan, jauh. Ada delivery service,sih, cuma ya kudu keluar biaya lagi ongkir dan asuransinya 🙂

Misalnya, nih, kalau hendak cetak emas dan mengambilnya di Butik LM di Jakarta Selatan, sebutlah Butik LM Ambasador, untuk ukuran emas 25 gram, ongkosnya Rp 200.000. Padahal kalau cetak di Pulo Gadung, cuma kena biaya cetak Rp 75.000. Jauh banget selisihnya, haha. Walau tetep lebih murah dibandingkan biaya cetak emas di Pegadaian. Untuk ukuran yang sama terkena biaya Rp 245.000 😉

Coba kalau biaya cetak disamaratakan mengikuti biaya cetak Pulogadung, haha. Trus, kekurangan lain, website Brankas LM hanya beroperasi mengikuti jam kerja, yaitu jam 09.05-15.30. Selain, selama saya memakai fasilitas Brankas LM ini, doi sering banget gagal login sehingga mesti berkali-kali reset password. Ribet. Belum ada aplikasinya juga yang oke. Jadi kudu buka di browser. Dengan duit PT Aneka Tambang Tbk yang melimpah, aturan bikin aplikasi, dong, ah, hahaha.

Kesimpulan…..

Jadi, mana yang lebih oke sebagai pilihan instrumen menabung emas? Bila melihat sisi keterjangkauan (minimal pembelian, minimal saldo, biaya titip), Tabungan Emas Pegadaian bolehlah unggul. Brankas LM unggul dari sisi kepraktisan mengelola simpanan emas (jual saldo emas bisa lewat online tanpa perlu datang ke Butik Antam). Sisi harga beli emas, Brankas LM juga lebih oke, soalnya lebih murah ditambah lagi buyback pricejuga selisihnya lebih kecil….

Selebihnya, kedua-duanya sama-sama oke menjadi pilihan instrumen bagi kamu yang ingin menabung kepemilikan emas. Menabung emas seperti ini, menurut saya, lebih enak ketimbang ikut produk cicilan emas atau arisan emas.

Gimana, menurut kamu?

Please follow and like us:

One thought on “Pilih Mana: Menabung Emas di Pegadaian atau Brankas LM, Begini Perbandingannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *